template

December 21, 2010

worst day ever

Yeah it’s December 18th. And it SUCKS! Akan kuceritakan beberapa hal yang (menurutku) buruk di hari itu.

Oke, hari itu adalah hari rapotan, yeah R-A-P-O-T-A-N. hari terburuk untuk siswa sekolah yang tidak percaya diri akan nilainya. Dan hari terburuk bagi siswa sekolah yang takut akan dijadikan makan malam setelah melihat hasil rapot. Siapakah semua itu? Tunjuk mukaku. Yeaah it’s meh! Pengambilan rapot akan berlangsung pada pukul 9.00 pagi dan aku baru bangun tidur jam 8. (camkan itu) ya sebenarnya murid tidak diwajibkan untuk datang, tapi kemauanku adalah datang dan : bergosip (Y). Ibuku menyarankan adikku agar ikut kesekolah, dan aku juga harus menyiapkan si bocah-rambut-pirang itu (duh). Aku sudah menyarankan ibuku agar datang lebih awal atau tepat jam 9. Tapi jika kata-kata tepat itu dicerna dalam otak ibuku, mungkin durasinya bertambah 20-30 menit. Dan hasilnya? Kami berangkat pukul 9. 35 (HORE). Dan menggunakan motor. Dan untukku : itu memalukan. Mending kalau helmnya masih bagus dan licin dan bersih dan blablabla. Tapi helm yang kukenakan tidak berkaca, bulat sebulat kuning telur, dan MERAH. Bayangkan bagaimana muka orang-orang yang menemuiku di sepanjang perjalanan, kalau ini tele-no-veh-la mungkin si pengendara motor tertawa terbahak-bahak hingga kecelakaan hingga motornya berbentuk naudzubillah. WHY? Bayangkan wajahku! Kotak, berkacamata, berponi, dan menggunakan helm tanpa kaca, hasilnya : sirkus keliling. Aku yang melihat bentukku di spion saja sudah terbahak-bahak. LANJUT!

Aku sedikit (bohong) malu dengan hal itu, tapi sudahlah. Ibuku bergegas menuju sekolah dan.. stop. Kenapa stop? Kenapa disebelah gerobak sayuran?

Ibu :”pak, cabainya berapa?”

Tukang sayur :”satu plastik, seribu”

Ibu : “oke, dua ya” *mengambil 2 ribuan dari dompetnya* “ini pak”

Tukang sayur : “nuwun bu.”

Ibuku memasukan dua plastik cabai yang terbuka kedalam tas Louis Vuitton nya. Bayangkan betapa elitnya sambal yang kumakan hari itu, seharga dua ribu dan dimasukkan kedalam tas Louis Vuitton dan dibawa untuk menemui guruku. Ha-ha, sungguh kamuflase yang pintar untuk beberapa buah cabai. Bagaimana bisa dibayangkan, ibuku terlihat stunning saat menemui guruku, Tapi apakah ada guru yang bisa menebak kalau didalam tas ber-merk nya itu tersimpan cabai yang sedang ber poco-poco? Believe it or not. LANJUT! Dan setelah menerima rapot. Aku benar benar takut akan dijadikan babi panggang. Tapi ternyata kemarahan ibuku mereda dan ia mengajakku dan bocah-rambut-pirang itu jalan jalan (yipee). Sebenaranya bukan jalan-jalan yang enak buat bocah seumuranku, jalan-jalan itu melibatkan troli (baca: belanja bulanan) mendinglah kalau belanja baju awwiieee! Tapi tidak. Bahan ma-ka-nan. MAHALO MUMU! Ya dan adikku tertidur di dalam troli belanja, Cuma tidur hingga ada bapak-bapak Chinese yang meminta fotonya. Coba kalau aku yang tidur, yang ada hp bapak-bapak Chinese itu bakal dipenuhi dengan virus dan dalam sekejap akan terbakar. Oke, kami selesai berbelanja dan jadwal berikutnya : ke KICKFEST (aku kira ini akan menyenangkan) yippiiieee. Aku sudah menyiapkan daftar things-to-buy dan berdoa semoga semua barang di diskon habis, tapi apa? Barang barang yang ingin kubeli tidak di diskon (hiks) jadilah beta hanya mengambil beberapa gambar di pameran dengan DSLR pinjaman. Dan pulang hanya dengan membawa sosis panggang, air mineral, brosur, kartu perdana yang dibagikan gratis (hore). Aku sudah bergegas pulang, dan agak sedikit gerimis. Papaku sudah menggunakan jas hujan dan aku berjanji tidak akan hujan, tapi dengan kecepatan motor 40 km/jam yang susah dihentikan apalagi jalanan sedikit ramai, turunlah HUJAN. Congratulation untuk papaku karena ia benar-benar kering. Sedangkan aku? BA-SAH TO-TAL. Ya itulah worst day ever dan wettest day ever. Congratulation for.. me.

No comments:

Post a Comment

HELL-O please comment y'all :D